Bengkel Cargo lift

Jasa Service lift Barang Kecil dan Sederhana , Sidoarjo Dan Surabaya

Since 2010

1 / 16
Tampilan 1
2 / 16
Caption Two
3 / 16
Caption Three
4 / 16
Tampilan 4
5 / 16
Tampilan 5
6 / 16
Tampilan 6
7 / 16
Tampilan 7
8 / 16
Tampilan 8
9 / 16
Tampilan 9
10 / 16
Tampilan 10
11 / 16
Tampilan 11
12 / 16
Tampilan 12
13 / 16
Tampilan 13
14 / 16
Tampilan 14
15 / 16
Tampilan 15
16 / 16
Tampilan 16

Iklan Berbayar

Warna Merdeka Dari Halaman Bengkel Cargo Lift untuk mata anda silakan pilih sesuai persediaan yang ada

Silahkan Pilih Warna Background Yang Cocok Buat Mata Anda

back to top

Rangkaian Kontrol Lift 2 Lantai yang Harus Dipahami



Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.




Punya bangunan 2 lantai dan ingin diaplikasikan sebuah lift untuk lebih mudah dalam beraktivitas, khususnya ketika hendak memindahkan banyak barang dari lantai satu ke lantai yang lain. Memasang lift merupakan solusi terbaik untuk itu, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah beberapa model gambar kontruksi lift dua lantai, sehingga Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.




Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Dari beberapa model lift tersebut, akan diambil salah satu model kontruksinya. Yang mana yang akan dipilih untuk dijadikan contoh ialah rangkaian kontrol lift 2 lantai dari tipe C. Di sini akan diberikan keterangan mengenai rangkaian kontrol kelistrikan yang terdapat pada lift tipe C.

Dari gambar tersebut terungkap jelas bahwa rangkaian lift untuk bangunan lantai 2 ini dilengkapi dengan pintu manual. Sementara sistem pengoperasiannya dikontrol oleh tombol panel naik dan turun. Selain itu juga tersedia tombol Emergency dan keadaan kontruksi lift menyesuaikan, sehingga lift dapat dirancang secara bebas, selama selalu berprinsip pada ketentuan dan aturan yang berlaku, karena segi keamanan yang paling diutamakan dalam pemasangan dan pengoperasian lift.

Tak hanya itu saja, karena sebagai pemilik gedung berlantai 2, Anda pun harus turut memperhatikan seperti dimana saja penempatan peralatan kelistrikan lift supaya semua sistem pengoperasiannya terhadap kelancaran kinerjanya.

Kembali lagi pada rangkaian kontrol lift 2 lantai, yakni mengenai motor mesin lift yang harus menggunakan crane yang sudah dilengkapi dengan sistem brake atau pengereman. Sistem brake tersebut difungsikan sebagai bagian pertahanan agar crane motor tidak berputar balik ketika sedang dioperasikan pada saat mengangkat dan menahan beban. Pastikan bahwa motor lift crane sudah dirancang lebih kuat, lebih kokoh dan lebih aman untuk mengangkut beban berat dari lantai dasar menuju lantai dua dan sebaliknya.


Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Jangan khawatir, bengkel cargo lift yang sudah dilengkapi dengan motor 3 phase dengan sistem brake yang sudah kami rancang semaksimal mungkin, sehingga menjadi keamanannya semakin ditingkatkan ketika lift dioperasikan untuk mengangkat, menahan dan mengangkut beban.

Sementara bagian kontruksi lift yang paling dasar ialah, diikat menggunakan tali seling yang dihubungkan ke motor. Di bagian atasnya telah dilengkapi dengan Limit Switch dan di bagian bawahya terdapat ruangan rel sebagai sistem kerja lift. Agar semakin lengkap, kami juga akan menambahkannya dengan sistem emergency, yang difungsikan untuk meningkatkan keamanan lift supaya tidak terjatuh ketika terjadi tali seling baja yang terputus akibat kerusakan sistem ataupun konsleting.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Coba perhatikan, di sini terlihat jelas bahwa letak Limit Emergency dan letak Limit Up tidak disejajarkan. Sebab, terlihat bahwa keberadaan dari Limit Emergency sengaja dibuat sedikit lebih tinggi. Peletakkan inilah yang akan berpengaruh terhadap cara kerjanya.
Agar tidak merasa kebingungan dengan cara kerja dari serangkaian kontrol lift untuk 2 lantai, maka Anda harus mengetahui beberapa keterangan di bawah ini:

  • Limit Up : Limit Switch Omron Type WLCA2G
  • Limit Down, Limit Emergency : Limit Switch Omron  Type TM308
  • Over Load : Over Load Mitsubishi Type TH-N20KP
  • Push Botton Naik dan Turun
  • Emergency Push 
  • K1, K2 : Kontaktor Naik Turun Mitsubishi S-N35; 380V


Adapun cara kerja rangkaiannya, ialah:

  1. Pada saat tombol Up ditekan, maka K1 kan bekerja dengan cara memutar mesin motor untuk mengangkat lift ke bagian atas
  2. Ketika menekan tombol limit switch up, maka KI akan berhenti bekerja, sehingga secara otomatis mesin motor akan berhenti
  3. Pada saat menekan tombol down, maka K2 akan bekerja untuk memutar mesin motor ke arah sebaliknya / turun
  4. Dan ketika tombol limit switch down ditekan, maka K2 akan berhenti bekerja sehingga tidak ada aktivitas lift yang akan turun


Sangat mudah sekali kan cara kerjanya, agar lebih mudah untuk dipahami, di sini juga akan disajikan gambar rangkaian kontrol lift 2 lantai dari sistem penyambungan kabel rangkaian kontraktor lift sederhana untuk dua lantai.

Sumber : electric-mechanic.blogspot.com


Mudah-mudah dapat menambah wawasan / ilmu yang sudah Anda dapatkan, karena berbagi informasi itu menyenangkan, karena semakin banyak yang disampaikan, maka semakin banyak orang yang mengerti.


Comments