Tentang Kami KIM WARTA Team Bengkel Cargo Lift [Kelompok Informasi Masyarakat] Team Bengkel Cargo Lift

Ini yang Terjadi Saat Duo Jambret Terperangkap di Komplek Perumahan


Ini yang Terjadi Saat Duo Jambret Terperangkap di Komplek Perumahan

News Bengkel Cargo Lift Surabaya - Terkadang kejahatan bisa timbul bukan karena niat, namun karena melihat adanya kesempatan didepan mata. Kalimat tersebut dulunya sering diucapkan oleh sosok Bang Napi pada salah satu program di salah satu televisi swasta. Oleh karena itu, maka, masyarakat harus benar-benar berhati-hati saat berada dijalan umum. Pemakaian perhiasan yang mencolok, peletakan tas yang kurang terlindungi atau pemakaian handphone saat berkendara adalah beberapa aktifitas yang sangat rawan untuk memancing tindak jahat dari pelaku kejahatan.

Hal ini seperti dialami yang oleh dua remaja putri pada hari Minggu (23/08/2020) pukul 11.30wib. Saat itu keduanya sedang melintas di Jalan Manyar Kertoarjo Kota Surabaya. Pada waktu itu laju kecepatan kendaraan motor mereka tidak terlalu cepat, sekitar 40km/jam. 

Sesampainya di depan Kantor Samsat Manyar Kota Surabaya, remaja putri yang berada dibelakang mengeluarkan handphone karena ada penggilan yang masuk. Beberapa saat kemudian salah satu remaja putri tersebut terlihat berbicara dengan seseorang dari handphone tersebut  

Tindakan ini rupanya memicu pengendara motor lain yang ada dibelakang mereka untuk berbuat jahat. Sejurus kemudian motor honda pcx warna putih yang dikendarai oleh dua orang remaja tanggung ini langsung menguntit dibelakang motor para remaja putri tersebut.
Begitu ada kesempatan, kedua pelaku tersebut langsung mendekat dari sisi sebelah kanan. Dalam waktu singkat, HAP.... hp milik salah satu remaja putri tersebut langsung berpindah tangan. Setelah berhasil menjambret HP milik sasarannya tersebut, para pelaku langsung tancap gas menuju ke arah timur.

Mengetahui HP miliknya berpindah tangan, secara spontan mereka langsung berteriak dengan lantang...JAMBREEEETT. Tidak itu saja, mereka bahkan dengan berani mengejar motor pelaku yang tidak dilengkapi dengan Nomor Polisi tersebut. Teriakan dari para wanita ini terus membahana selama pengejaran. 

Mendengar teriakan dari korban jambret, serta aksi kejar-kejaran tersebut, akhirnya banyak warga yang turut serta membantu korban untuk mengejat kedua pelaku jambret. Hal ini ternyata membuat kedua pelaku jambret tersebut merasa panik. Namun kedua pelaku ini masih saja menarik pedal gas dengan kuat untuk mempercepat laju motornya.

Kendaraan pelaku jambret ini kemudian masuk ke dalam Perumahan Manyar Kertoarjo. Disinilah awal nasib buruk yang kemudian menimpah kedua penjambret ini. Karena Perumahan Manyar Kertoarjo ini sedang menerapkan protokol pengamanan COVID-19, maka saat ini perumahan tersebut sedang melaksanakan protokol satu pintu. Sehingga banyak portal perumahan yang sedang ditutup.
Para petugas keamanan yang bertugas kemudian diberikan informasi singkat mengenai aksi yang terjadi. Kemudian Bapak Bahar selaku Kepala Keamanan dari Perumahan Manyar Kertoarjo ini langsung melakukan berkoordinasi dengan petugas lainnya. hasilnya, kedua pelaku benar-benar terperangkap di dalam komplek perumahan tersebut dan tidak bisa menemukan jalan keluar.

Karena merasa terdesak, akhirnya kedua pelaku ini bertindak nekat. Mereka bahkan hampir saja menabrak salah satu warga yang juga ikut melakukan penangkapan. Tidak lama kemudian aksi nekat para pelaku jambret ini bisa digagalkan oleh para petugas keamanan setempat. Meski begitu, beberapa pukulan dari warga yang geram terhadap aksi mereka sempat mereka terima.

Untuk menghindari amuk massa lebih jauh lagi, petugas keamanan langsung mengamankan pelaku dan barang bukti yang ada berupa motor Honda PCX milik pelaku. Sesaat kemudian, setelah petugas Kepolisian datang, para pelaku asal Perak Surabaya dan barang bukti langsung dibawa Pihak Kepolisian juga meminta keterangan dari warga dan korban penjambretan mengenai peristiwa tersebut. (yyan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar